SELAMAT DATANG DI BLOG JUA LAELASARI SEMOGA ANDA SENANG MENGUNJUNGI BLOG INI

Sabtu, 26 Februari 2011

inuyasha

Inuyasha (bahasa Jepang: 犬夜叉 inu "anjing" dan yasha "siluman"; juga dieja InuYasha dan Inu Yasha) merupakan manga dan anime karya Rumiko Takahashi (mangaka dari Urusei Yatsura, Maison Ikkoku, Ranma ½, dan masih banyak lagi).

Judul lengkap dari komik Inuyasha ini ialah Sengoku o-togi zōshi InuYasha (戦国お伽草子ー犬夜叉)

Inuyasha memiliki genre shōnen aksi petualangan romantis komedi dengan elemen sedikit horor kocak.

Menceritakan Bagaimana Indah dan kuatnya persahabatan antara Inuyasha dan teman- temannya, bagaimana petualangan mencari Shikon No Tama, dan usaha- usaha grup Inuyasha, dan Sesshoumaru mengalahkan Naraku.
[sunting] Sinopsis Singkat

Cerita berawal di Tokyo, Jepang, seorang gadis SMU bernama Higurashi Kagome. Dia sedang mencari kucingnya Buyo yang jatuh ke sumur, karena adiknya takut untuk masuk. Pada saat Kagome sampai di sumur tersebut, siluman kelabangatau Mukade Jourou muncul dari dalam sumuratau Sumur pemakan tulang dan menyerangnya. Siluman tersebut menyerang Kagome yang ternyata memiliki Bola Empat Arwah (四魂の玉 Shikon no Tama), dan berkeinginan untuk merebutnya. Kagome kemudian diseret ke dalam masa Sengokuatau Sengoku Jidai. KAgome yang bingung dengan keadaan sekitar yang berubah menjadi hutan, berusaha untuk mencari jalan keluar dan melihat pohon keramatatau goushinbouku, di sana Kagome melihat InuYAsha yang tersegel dan tertidur, KAgome yang penasaran lalu mendekati InuYAsha dan memegang kuping inuyasha yangbukan telinga manusia, tiba-tiba ia di serang oleh penduduk desa yang mengira kagome adalah jelmaan siluman rubah. Kagome kemudian bertemu dengan seorang Miko (biarawati Shinto) tua yang bernama Kaede, dan menyadari bahwa Kagome adalah reinkarnasi dari Kikyō, kakak perempuan Kaede (dan juga biarawati berilmu tinggi) yang telah meninggal dunia dan jasadnya dibakar bersama Shikon no Tama. Kaede menceritakan bagaimana 50 tahun yang lalu, seorang han'yō (setengah siluman) bernama Inuyasha berusaha mencuri Shikon no Tama dari Kikyo. Dengan terluka parah, Kikyo berhasil melepaskan panah, untuk menyegel Inuyasha dan membuat Inuyasha tidur abadi- tidak bisa dicabut panahnya, kecuali oleh orang yang sekuat Kikyou sendiri. Lalu datanglah Kagome dari masa yang sekarang dan mencabut segel Inuyasha yang tertidur, karena siluman mukade jourou muncul kembali. InuYAsha yang bangun kembali, bersikap tidak bersahabat dengan kagome yang mirip dengan kikyou, pada suatu hari munculah sekelompok orang jahat yang mau merebut shikon no tama, dan ternyata pemimpin mereka sudah mati dan di masuki oleh siluman gagak atau shibugarasu. Karena ingin mengalihkan perhatian shibugarasu,maka kahgomemelempar shikon no tama keluar dan akhirnya di telan oleh shibugarasu sehingga menjadi lebih kuat dan menyerang seorang anak kecil, InuYasha yang tidak sabaran, mengeluarkan jurusnmya dan membuat shibugarasu hancur serta anak kecil itu jatuh ke sungai. Kagome yang menyelamatkannya, lalu melihat shibugarasu kembali ke wujud semula dengan bantuan shikon no tama, dan terdapat kaki shibugarashu yang tertinggal pada baju anak tersebuty, maka kagomemelepaskan anak panahnya sambil mengikatkan kaki shibugarasu ke panahnya, dan berhasillah shibugarasu di panah bersamaan dengan shikon no tama sehingga pecahlah shikon no tama tersebut sampai berkeping-keping dan terpencar keseluruh tempat. Lalu dimulailah petualangan Inuyasha dan Kagome dalam mencari Bola Empat Arwah yang sudah menjadi pecahan. Satu-per satu kelompok Inuyasha- Kagome bertambah, Dari Shippou-Miroku-Terakhir Sango dan Kirara sambil melawan musuh-musuh yang bermuncullan.
[sunting] Tokoh
Inuyasha jilid ke-12 menampilkan Inuyasha dan Kagome di sampulnya.

* Inuyasha (犬夜叉) — Tokoh utama dalam cerita ini, seorang han'yōu (setengan siluman) berasal dari Ibu manusia dan Ayah seorang Siluman. Dengan asal mula dari siluman anjing, Inuyasha memiliki pedanghebat yang diwariskan oleh ayahnya yang bernama tetsusaiga / Tessaiga. Mencari Shikon No Tama karena ingin menjadi siluman sejati. Mencintai Kikyo. Tapi seiring berjalanya waktu dia juga mulai mencintai kagome yang merupakan reinkarnasi dari Kikyo.
* Kagome Higurashi (日暮かごめ) — Tokoh utama dalam cerita ini. Seorang gadis SMP kelas 3 pada masa kini. Reinkarnasi dari Kikyo. Membawa Shikon No tama dalam tubuhnya yang menjadi incaran para siluman untuk memperkuat diri.
* Miroku — Seorang pendeta Buddha yang terkena kutukan Lubang Angin oleh Naraku. Pendeta mesum yang mulai tertarik dengan Sango, dan berjanji bila kutukan lubang anginnya telah hilang, ia akan menikahi Sango.
* Sango — Salah satu anggota keluarga dari Taijya yang ahli dalam membasmi siluman. Keluarganya dibunuh oleh Naraku saat dipanggil untuk membasmi siluman di sebuah istana, sekarang ia sedang berusaha untuk mencari dan menyelamatkan adiknya dari genggaman Naraku.Sering Dibuat Marah Miroku Yang Gatel melihat wanita cantik dengan rayuannya- "Maukah Kau Melahirkan Anakku?".
* Shippo - adalah siluman rubah kecil yang orang tuanya dibunuh oleh siluman petir hiten dan manten. Membantu dalam petualangan Inuyasha.
* Sesshoumaru - kakak Inuyasha yang mewarisi pedang pedang milik ayahnya yang bernama tenseiga, berupaya mengambil Tessaiga dari Inuyasha, dan membunuhnya. Sifatnya Irit Bicara, dingin, dan menganggap rendah Manusia, atau hanyou- termasuk Inuyasha& teman- temannya. Tapi, perlahan- lahan ia jadi berubah.sekarang ia mengakui keberadaan tenseiga pedang penyembuh dengan jurus baru, meido zangetsuha.
* Naraku - berasal dari manusia yang bernama Onigumo, pencuri yang mengalami luka bakar diseluruh tubuhnya, jatuh cinta pada kikyo yang selalu merawatnya. Karena ia tidak dapat bergerak, maka ia mempersembahkan jiwanya pada siluman untuk mendapatkan tubuh yang bebas, sehingga lahirlah naraku. Dia menanamkan benih kebencian antara kikyo dan inuyasha sehingga saling membunuh. Ciri khasnya: memiliki gambar laba-laba di punggung
* Jaken- Siluman kodok (??) pengikut Sesshoumaru, sedikit bawel dan menyebalkan.
* Rin - gadis kecil yang diselamatkan Sesshomaru dari serangan siluman serigala.
* Kohaku - adik dari Sango.Karena pengaruh Naraku, ia membunuh ayah dan anggota pembasmi siluman lainnya, juga melukai sango lalu mati dibunuh oleh penjaga suruhan naraku, kemudian dihidupkan kembali dengan kekuatan shikon no tama. ingatannya dihapus oleh naraku dan di jadikan boneka yang menuruti semua perintahnya tapi ingatannya akhirnya pulih kembali dan kohaku berniat membalas dendam pada naraku.
* Kikyo - Seorang miko yang memiliki kekuatan spiritual yang tinggi, senjata andalannya adalah busur dan panah. Dia dibangkitkan oleh urasue, penyihir yang menginginkan kekuatan kikyo, namun berhasil dimusnahkan.
* Kanna - Anak pertama yang lahir dari naraku. Hawa jahatnya tak bisa dirasakan karena dia hampa tapi akhir-akhir ini diceritakan kalau perasaannya mulai tumbuh. Senjata: Cermin yang bisa menyerap roh dan membalikkan serangan musuh.
* Kagura - Anak kedua yang dilahirkan naraku. Dia sering membangkang perintah naraku karena menginginkan kebebasan, pada akhirnya dibunuh naraku. Senjata: Kipas Angin, dapat mengendalikan angin dan menahan sabetan teshaiga.
* Goshinki - Anak ketiga naraku. Dapat membaca pikiran lawan dan dapat mematahkan pedang tetsusaiga.
* Pasukan Sichinintai - Terdiri dari 7 orang, yaitu: Bankotsu, Renkotsu, Jakotsu, Suikotsu, Ginkotsu, Mukotsu, dan Kyokotsu. Mereka menjadi zombi karena dibangkitkan kembali oleh naraku menggunakan pecahan shikon no tama. Masing-masing memiliki senjata yang hebat.

salahkan saja aku

Penokohan :
Habib = Dacun
Dino = Ihin
Tegar = Kuyud
Siti = Kepsek
Temi = Ibu Rini
Aini = Ibu Ihin
Nurul = Ibu Dacun
Rahmat = Oyon dan Tn. Kuyud

Diceritakan ada 3 sekawan bernama Dacun, Ihin, dan Kuyud. mereka berada di kelas pembuangan, yaitu kelas orang-orang yang tidak minat belajar.
Pada suatu hari, akan dilaksanakan ulangan matematika.
Dacun adalah satu-satunya dari mereka bertiga yang pintar, Ihin hanya pintar dalam 1 bidang musik, sedangkan Kuyud adalah orang yang sangat patuh pada perkataan Ibu nya.
Selesai ulangan nilai mereka kecuali Dacun sangat buruk, Ihin mendapat 4,1 dan Kuyud mendapat 3,4.
Dacun : “kalian ini, aku yakin nanti malam kalian akan diceramahi”
Ihin : “aku sudah terbiasa, lebih baik main gitar , Ibuku juga nanti diam.”
Kuyud : “apapun yang Ibuku katakana, aku akan menurutinya”
Ihin :”kalau Ibumu menyuruhmu memakan kotoran nya apa kau mau?”
Kuyud :” asalkan Ibuku yang menyuruh, kotoran pun pasti terasa enak”
Dacun dan Ihin merasa merinding
Tidak lama kemudian datang Oyon murid kelas unggulan
Oyon : “hah 71 ?, kau 4,3. Ini lagi 3,4 ? nilai 7,1 itu paling kecil dikelasku, lihat ini 97.”
Ihin :” apa pedulimu ?hah ! “
Oyon : “cuih dasar orang-orang sampah !”
Dacun : “hey, apa maksudmu meludahinya ?”
Ihin : “kurang ajar, rasakan ini!”
Ihin lalu memukul Oyon, dan lalu orang-orang disekitar melapornya ke ruang kepala sekolah
Kepsek : “Ihin apa benar kau memukulnya ?”
Oyon : “ dia memukulku disini ! (sambil menunjuk pipinya yang bonyok”
Ihin : “dia meludahiku duluan bu”
Dacun :”aku saksinya , oyon meludahinya, dan Ihin terpancing emosi”
Kepsek :”setidaknya kau butuh dua saksi untuk mengelak”
Dacun & Ihin :”KUYUD ! “
Lalu Kuyud datang sambil menangis
Kuyud :”aku tidak melihat apa-apa”
Dacun & Ihin : “ACIIIIN !
Kuyud :”Ibuku bilang aku tidak boleh ikut campur”
Kepsek :”Baiklah Ihin, Ibu akan laporkan kau pada Ibumu”
Ihin :”yasudah terserah kau sajalah”
Kepsek :”apa kau bilang ?”
Dacun :”dia tak bilang apa-apa bu”
Kepsek :”baiklah, sekarang kalian boleh keluar”
Dirumah Ihin.....
Ibu Ihin :”apa yang Ibu dengar ini benar?”
Ihin :”apa?”
Ibu Ihin :”kau memukul Oyon kan ? Nilai ulangan matematika ku juga jeblok!”
Ihin :”benar, dia meludahiku bu ! masalah ulangan, aku memang tidak berbakat..hhe”
Ibu Ihin :”kau ini, kau harus belajar, kelas mu ini kelas pembuangan, kau masih saja bermalas-malasan, kali ini Ibu akan mengajarimu”
Ihin: “baiklah bu”
Ibu Ihin :”mana yang tidak kau mengerti?”
Ihin :”semuanya ...hihi”
Ibu Ihin :”baiklah, kita mulai dari yang ini, rumusnya ini di kalikan ini, lalu kau bagi dengan ini. Hasilnya kau kurangi dengan ini, kau mengerti ?”
Ihin hanya menggelengkan kepalanya.
Hari itu sampai larut malam Ibu Ihin mengajarinya
Keesokan harinya Ibu Ihin, Ibu Dacun dan Ibu Kuyud bertemu di supermarket dan lalu berbincang
Ibu Dacun :”aduuuh sayang sekali padahal kalau anaku dapat nilai 7.5 dia bisa lepas dari kelas pembuangan.”
Ibu Kuyud:” anaku malah jauh nilainya, tapi aku tidak khawatir, asalkan dia bisa mengurus perusahaan kelak, masa depan nya masih ada harapan”
Ibu Ihin :”anaku, sepertinya dia memang tidak berbakat, sepulang sekolah dia hanya bermain gitar. Aku tidak tahu harus berbuat apa, setiap malam aku mengajarinya. Tapi dia tetap tidak mengerti”
Ibu Dacun : “Lebih baik, bila dia dapat nilai buruk atau tidak mengerti saat di ajari, kau rotani saja dia suapaya kapok!”
Ibu Kuyud : “kalau aku sih puji saja dia, supaya lebih semangat”
Ibu Dacun:” ada-ada saja kau”
Ibu Ihin :” apa ? merotani nya ? aku tidak tega”
Ibu Dacun :”benar, lama kelamaan dia akan mengerti”
Ibu Ihin :”baiklah, akan kucoba”
Akhirnya Ibu Ihin menerapkan sara dari Ibu Dacun
Disekolah .....
Guru baru :” anak-anak, Kenalkan nama Ibu Rini, Ibu menggantikan Ibu Janah mengajarkan matematika kepada kalian”
Kuyud :” Apa Ibu janah dipecat ?”
Murid-Murid :” ahahahhahaa, dasar si tukang patuh, apa Ibumu yang yang menyuruhmu mengatakan itu ?”
Kuyud :”aku hanya penasaran, tiba-tiba saja dia menghilang lalu digantikan”
Ibu Rini:”beliau sedang cuti, selama dia cuti Ibu yang menggantikanya”
Kuyud :”ooooh”
Ibu Rini :” Ibu belum mengetahui kemampuan kalian dalam matematika, besok akan Ibu akan mengadakan ulangan “
Ihin :”apa?ulangan ? “
Ibu Rini :”Iya, apa ada masalah?”
Dacun :”Ihin ssst , mmm. Tidak ada apa-apa bu.”
Sepulang sekolah
Ihin :”heh cun, kamu kan pinter MTK, nanti kasi aku contekan ya!”
Dacun :”boleh-boleh, buat kalian gratis deh “
Ihin dan Kuyud :”SIP !”
Dirumah Ihin
Ibu Ihin :”hiinn, kau sudah belajar ? main gitar terus kau ini “
Ihin :”aku nggak ngerti bu, ga ada yg ngajarin “
Ibu Ihin :”kali ini Ibu serius, kau harus belajar, kalau tidak...”
Ihin :”kalau tidak apa bu?”
Ibu Ihin :” dengan berat hati Ibu akan merotanmu”
Plak ! Rotan dipukul ke tangan Ihin karena Ihin tidak mengerti mengerti.
Ihin :”sakit buuu”
Ibu Ihin :”makanya kau harus bisa!”
PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK
Setelah berhari-hari merotani Ihin, Ibu Ihin kelalahan dan sebenarnya dia tidak tega, dia pun jatuh sakit.
Keesokan harinya Ihin merasa tidak bersemangat sekolah, padahal hari itu akan ulangan.

Saat itu dikabarkan bahwa Ibu Ihin mendertia kanker darah, dan harus segera mendapat donor cangkok sumsum tulang belakang.
Ihin :”Ibu ku sakit parah, kalau dia tidak menerima cangkok sumsum secepatnya umurnya hanya tinggal 3 bulan”
Dacun :”apa sudah ada pendonor yang cocok untuknya ?”
Ihin menggelengkan kepalanya
Ke 3 nya :”haaaah”
Lalu menundukan kepala mereka. Tiba-tiba.....
Kuyud :”tapi ada bagusnya juga”
Dacun :”apa cin?
Kuyud :” biarkan saja Ibumu mati hin, kalau dia mati kan kau tidak akan dirotaninya lagi”
Ihin :”apa ? apa yang kau katakan?!”
PLAK !
Ihin lalu memukul Kuyud.. tiba-tiba bu kepsek datang, dia melihat lalu menggelengkan kepalanya sambil melihat Ihin yang sedang memukuli Kuyud..
Kepsek :” ikut Ibu ke kantor,”
Ihin lalu diseret ke kantor ke kantor kepsek
Kepsek :”ulangan jelek, memukul Oyon, memukul temanmu sendiri, kau ini siswa atau preman ?”
Ihin :”aku..aku hanyaa....”
Kepsek:”apa? Kau mau cari alasa, akan kulaporkan pada Ibumu agar dia merotanmu lagi”
Bu Rini :”bu kepsek, jangan kasar padanya. Aku yakin dia punya alasan tersendiri untuk itu”
Kepsek :”kau membelanya lagi ?”
Bu Rini :” aa...aku hanya”
Ihin :” aku hanya berharap Ibuku bisa sembuh, dan merotaniku lagi, andai saja “
Lalu Ihin pergi
Selain itu nilai ulangan Ihin kali ini hanya 5.5 nilai Dacun 9.1, dan Kuyud 4.2
Dacun :”aku mengerti keadaanmu Hin, kau bawa saja kertas ulangan ku , lalu ganti dengan nama mu”
Ihin :” entahlah, aku tidak yakin”
Kuyud :”atau kau ganti saja kertas ku dengan nama mu”
Ihin :” nilai mu lebih jelek dariku, bodoh”
Kuyud :”o iya hehe”
Ihin:” aku..pulag duluan ya”
Lalu Ihin pergi ke RS untuk menjenguk ibunya.
Ihin :” maaf bu, aku sudah berusaha, tapi Cuma ini yang kubisa”
Ibu Ihin lalu mengambil kertas ulangan dan mengenggamnya erat
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit tiba-tiba ibu ihin terdiam membisu
Saat itu Ibu Rini datang..
Ibu Rini :”permisi , Hin.”
Ihin :”ibuku sudah”
Ibu Rini lalu memeriksa Ibu ihin dan..
Ibu Rini:”dia masih hidup, panggil dokter!”
Ibu Ihin lalu dipindahkan ke ruang Intesif...
Ibu Rini :” aku akan mencarikan donor sumsum itu segera, bersabarlah Ihin”
Ihin:”terimakasih ya bu, ibu sudah banyak membantuku”
3 hari kemudian tiba-tiba RS dipenuhi orang yang berniat mendonorkan sumsum mereka.
Tiba-tiba terdaftar Tn. Kuyud
Ihin :”apa ayah mu mendaftarkan ?”
Ayah kuyud :” benar, aki hanya ingin membantu ayahmu”
Suster :” Tn. Kuyud silahkan ....”
Tn. Kuyud : “iya baiklah sus.
Suster :”apa benar ini nomer registrasi anda ?”
Tn.Kuyud :” biar ku lihat....mmm sepertinya ini bukan miliku “
Tn. Kuyud : “apa ada Tn. Kuyud yang lain”
Kuyud:”ada ayah, itu aku”
Ihin :”apa ? apa kau yakin ?”
Kuyud :”Sebagai tanda maafku Hin”
Tiba-tiba Ibu Kuyud datang
Ibu Kuyud :” Kuyuuuud, kan mama sudah bilang, jangan pernah ikut campur urusa orang”
Kuyud :” berapa kali aku menuruti perintah mu bu ?! biarkan kali ini aku memilih jalan ku sendiri”
Tn. Kuyud :”sudah , biarkan dia mengambil jalan nya “
Ibu Kuyud :”baiklah, jaga dirimu”
Akhirnya Kuyud di bawa ke ruangan agar di cangkokan sumsumnya.
Kuyud :”ini tidak sakit , ini tidak sakiit .... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”
Dacun :” itu pasti suara teriakanya “
Ihin :”kau benar, terimakasih Kuyud !”
THE END

alibaba

Alibaba

Dahulu kala ada seorang pria yang bernama Alibaba, dia tinggal bersama istrinya, Zaitun. Mereka tinggal di sebuah rumah kumuh disebuah perkampungan dipinggir hutan. Kakaknya, baba Kasim, dia adalah orang kaya diperkampungan itu. Tapi dia sangat pelit dan sombong.

Pada Suatu hari...

Zaitun : Ali, maukah kau mencarikan kayu bakar untuk saya?

Alibaba : oh ... zaitun. Mengapa namamu Zaitun? Namamu begitu indahnya. Apa arti dari namamu itu? Namamu begitu harum semerbak.

Zaitun : Kamu tahu kalau aku bukanlah mawar, jadi tolong jangan lagi menggodaku! Cepat carikan aku kayu bakar!

Alibaba: Oke! tetapi kamu tahu kan kalau aku tidak punya banyak waktu!

Dengan gontai Alibaba pergi ke hutan untuk memenuhi permintaan istrinya istrinya.

Didalam hutan ketika Alibaba sedang mengumpulkan ranting-ranting untuk dijadikan kayu bakar, tiba-tiba dia mendengar percakapan.

Bandit 2 : kita mendapat emas lagi dari desa itu. Mari kita pergi ke gua dan menyimpannya!
Dipersembunyiannya.... AliBaba berguman sambil terus mengikuti mereka kedalam hutan.
Alibaba : Siapakah mereka? Biarkan aku mencari tahu!
Sampailah mereka disebuah gua yang tertutup batu.

Leader.b : Alakazam, Buka Pintu!
Setelah menyimpan emas, merekapun keluar lagi.
Leader .b : Mari kita pergi ke desa lain, kita tidak punya waktu untuk istirahat!
Setelah para perampok pergi.

Alibaba : Mmm ... Alakazam Buka Pintu! Wow, apa itu? Oh My God itu adalah emas! Saya ingin mengambil beberapa ... sebelum mereka datang.

Setelah mengambil beberapa keping emas dari gua itu, Alibabapun pulang tanpa membawa kayu bakar.

Alibaba: Honey, aku pulang!

Zaitun: Mana kayu bakarnya?

Alibaba: Tidak ada, tapi aku punya sesuatu yang lebih baik, Emas!

Zaitun: Apa? Apa sih yang kamu bicarakan?

Alibaba: Aku serius, sayang. Ini benar-benar emas!

Zaitun: darimana kamu mendapatkannya?

Alibaba: Aku mengambilnya dari para perampok.

Zaitun: Saya ingin memberikan beberapa kepada tetangga kita.

Alibaba: Pinjam mangkuk dari Kasimbaba. untuk mengambil emas

Zaitun, pergi ke Kasim baba's Mansion untuk meminjam mangkuk.

Zaitun: Permisi, boleh saya pinjam mangkuk?

Istri 1: Oh, kakak saya yang miskin! Tentu saja boleh.

Kasim baba: Sebuah mangkuk kecil atau mangkuk besar, hai perempuan?

Istri 2: mungkin bukan mangkuk kecil, hahaha!

Zaitun: Hmmm ... Saya ingin mangkuk paling besar yang ada di dunia.

baba Kasim: baiklah, berikannya mangkuk kepadanya! Tapi jangan kau makan emasnya! Hahahaha

Zaitun pulang ke rumah. Mereka memberi emas kepada tetangga mereka. Ketika, Alibaba mengembalikan kembali mangkuk untuk baba Kasim ...

Alibaba: Dear, saudaraku!

Istri 1: Eh, Darling manusia miskin.

baba Kasim: Oh jangan seperti itu! hey really2 saudara miskin.

Alibaba: really, kakak saya yang kaya! Saya ingin mengembalikan mangkuk Anda yang benar-benar sangat mahal.

Istri 2: lihatlah, manusia miskin telah mengambil emas ke dalam mangkuk kami.

baba Kasim: Apakah itu nyata? Oh, bagaimana kau mendapatkannya?

Alibaba: mmm ... hanya ikuti perampok.

Setelah baba Kasim mendapat penjelasan dari Alibaba, ia pergi ke gua pagi sekali dengan menunggangi seekor keledai.


baba Kasim: Dimana emas? Oh, aku tidak ingin terlihat oleh Alibaba manusia termiskin

Akhirnya baba Kasim menemukan gua tersebut. Dan ia sangat senang ketika ia melihat emas.

Kasim baba: Mmm ... apa password, oh yeah ... Ala mmm ... ka ... zam, Buka Pintu!

Kasim baba: Oh My God! Aku bisa menjadi raja, dan orang terkaya di dunia ini.

Ketika baba Kasim ingin pulang, ia lupa password sampai akhirnya para perampok datang.

baba Kasim: Apa sandi itu? Oh Lala ... mmm ada ... Avad Avada membuka pintu ... Alakazim membuka pintu oh tidak!

bandit 3: Alakazam, buka pintu! hey, Siapakah Anda?

Leader.B: Aku benci pencuri, Bunuh dia!

Kasimbaba: Oh silahkan, aku akan memberikan semua emas saya.

Leader.B: Sudah terlambat, Bagaimana Anda bisa sampai ke gua ini?

Kasim baba: Alibaba Memberitahuku. (Untitled - rencana sederhana)

Kasimbaba telah dibunuh oleh bandit, dan salah satu dari mereka mencari rumah Alibaba's. Setelah bertemu rumah, ia menyeberangi pintu, tapi Alibaba tahu taktik para bandit begitu ia menyeberangi semua pintu di desanya.

The Bandit 1: bos Ok, itu jelas! (Dengan handphone)

Alibaba: The bandit berusaha menemukan saya! mmm ... menarik!

Istri pertama Kasim Baba mendapat informasi bahwa suaminya telah dibunuh. Dan istri kedua sangat sedih, sehingga mereka pergi ke rumah Alibaba untuk memberitahunya.


Istri 1: Ali, apakah Anda tahu bahwa kakak Anda sudah mati?

Alibaba: Apa? kau bercanda? Tidak mungkin!

Istri 2: Apakah mereka di sini? Aku ingin membunuh mereka.

Alibaba: Tunggu sebentar. Siapa yang membunuhnya?

Istri 1: bandit itu, mereka memotong tubuhnya!

Alibaba: Umm ... saya punya ide untuk membalas dendam mereka.

Istri 1: Apa itu?


Alibaba tahu bahwa malam ini bandit akan datang ke rumahnya, jadi dia membuat rencana.


Leader.B: Yang mana rumah Alibaba's?

Bandit 1: Rumah yang pintu telah ditandai.

Bandit 2: Semua pintu di desa ini telah tandai.

Bandit 3: Anda menandai semua pintu, betapa bodohnya kamu?

LeaderB: Aku akan membunuh Anda, jika Anda melakukan kesalahan.

Bandit 1: Oh ... saya akan menemukannya bos


Bandit punya bingung, dan Alibaba memperhatikannya dari kejauhan.


Bandit 1: Umm ... maafkan saya Nona, yang manakah rumah Alibaba's?

Model: Ouh maaf, saya sangat sibuk. Jika Anda ingin tahu rumah Alibaba, rumah Yang terkecil didesa ini.

Bandit 1: Terima kasih, Boss.

Leader.B: Oke, karena kami berencana Ketika saya mengatakan Zaitun, Anda akan keluar dari drum dan kami akan membunuh Alibaba.

Bandit: Oke bos.

Pemimpin dari bandit datang ke rumah Alibaba's. Alibaba dan keluarga menyapa ramah.

Leader.B: Permisi, boleh saya bergabung dengan keluarga Anda untuk sebuah makan malam?

Alibaba: tentu saja, Istri saya telah membuat sup Zaitun Zaitun.

Istri 1: Apakah Anda ingin minuman?

Leader.B: Ya, saya

Istri 2: Apakah Anda Zaitun merchant?

Leader.B: Ya, saya adalah seorang ... pedagang zaitun.

Istri 2: Apa yang akan Merchant Zaitun lakukan di rumah kumuh ini?

Leader.B: Yah, aku sangat lelah dan aku terlalu lapar untuk menjual minyak Zaitun. (model) mengatakan bahwa keluarga ini sangat baik.

Alibaba: Oh istri saya, Zaitun terlalu lama memasak didapur.
Istri 1: Saya ingin membantu Zaitun di dapur.
Istri 2: Aku juga
Leader.B: Oooh ..., silakan?

Alibaba: Mengapa?


Pertama dan kedua istri baba Kasim dan Zaitun sedang menunggu di samping drum dan mereka mengambil sapu, palu, dan wajan penggorengan untuk memukul bandit.

Bandit 1: Aku telah mendengar "Zaitun" kata selama 16 kali.

Bandit 2: Mungkin itu adalah sinyal, bahwa kita harus keluar.

Bandit 3: Saya tidak berpikir begitu suara tampaknya berbeda


Bandit keluar dari drum dan Zaitun, dan istri Kasim baba's memukul mereka sampai mereka mati


Ketika pemimpin yang disebut bandit. Tak ada jawaban. Dan Alibaba mengatakan kepadanya bahwa bandit telah tewas. Dia berpikir Alibaba tidak tahu rencananya. Dan Alibaba membunuhnya.

Leader.B: Zaitun

Alibaba: Anda menyebut mereka tanpa efek apapun, karena mereka telah dibunuh, apa yang akan Anda lakukan sekarang pemimpin bandit?

Leader.B: Bagaimana Anda tahu? sehingga Anda perangkap saya! Saya tidak takut apa-apa.

Alibaba: Terus bermimpi! orang yang takut tidak ada orang yang mencintai apa-apa, jika demikian maka apa sukacita yang ada dalam hidup Anda?

berkumpul di hari ibu

Tokoh:

Ibu Shofi: 59 tahun

Sandra: 35 tahun

Nora: 30 tahun

Silvi: 24 tahun

Meila: 20 tahun

Dilla: 8 tahun

Minem: 33 tahun

Latar/Lokasi:

Babak 1: Ruang Keluarga

Babak 2: Ruang Makan

Babak 3: Ruang Keluarga

Babak 1

(Di sebuah ruang keluarga, duduk santai Ibu Shofi, Meila, Silfi, Nora)

Ibu Shofi: Sepertinya jarang ya kita berkumpul seperti ini. Kalian berkumpul di rumah, untuk makan malam bersama, dengan ibumu yang sudah tua renta ini.

Kalian semua terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sih.

Hmmmm Jadi… ibu sering sendirian deh di rumah.

Silfi: Tapi sekarang tidak sendiri lagi kan bu?

Kami semua ada di sini menemani ibu.

(mendekat, memeluk dan mencium ibunya)

Ibu Shofi: Mana Bagas, Meila? Dia jadi kesini kan?

Minem: (Masuk membersihkan meja, tanpa bicara apa-apa)

Meila: hmm sepertinya Mas Bagas sedang ada di Batam bu. Tanggung untuk pulang.

Proyeknya masih berjalan setengah.

Ibu Shofi: Anak lima… kok… yang ngumpul cuma tiga…

Kemana lagi tuh si Sandra, jadi kesini tidak. Itu anak kok tidak bisa diatur ya?

Di suruh kuliah tinggi, malah maunya masuk teater. Disuruh kerja yang bener, malah sukanya pentas. (sambil mengelus dada)

Nora: Bu… bu. Jangan seperti itu, Mbak Sandra kan anak ibu juga. Setiap manusia kan punya pilihan sendiri untuk hidupnya. Seperti Mbak Sandra memilih teater untuk menjalani hidupnya.

Minem: Ya, ndoro, barang kali aja, Mbak Sandra itu bisa jadi artis terkenal, masuk tivi.

Silfi: Nem, Nem, ngomong apa kamu itu. Eh, tapi bener juga ya?

Sana Nem, ambilin tasku yang tadi di kamar.

Minem: Nggih. (langsung beranjak masuk)

Ibu Shofi: Lah, bisnismu sekarang gimana Fi?

Maju kan?

Silfi: Alhamdulillah bu. Ada investor yang mau mendanai. Website kita juga banyak pengunjungnya. Jadi pemasarannya sudah sampai ke luar negeri.

Ibu Shofi: Duh, senangnya anakku yang ini berhasil. Jadi ingat almarhum ayahmu. Pasti dia juga bangga.

Tapi kapan kamu nikahnya???.

Nora: Hehe… Silfi sudah punya calon bu, tinggal di ajukan aja ke Ibu.

Iya kan Fi? (Sambil mengedipkan mata ke Silfi)

Silfi: (malu-malu)

Ibu Shofi: Iyo, to Fi?

Ya, aku ikut senang. Udah cepat aja calonmu itu kamu bawa ke sini.

Silfi: Inggih Bu. Tapi Mas Dani sepertinya masih sibuk dengan urusannya.

Insya Allah, setelah semua beres akan aku ajak kesini.

Nora: Oh, kamu sekarang sama Dani toh?

Silfi: (tersipu) ya Mbak.

Ibu Shofi: Dani ya namanya?

Silfi: Mengangguk pelan.

Minem: (masuk) Ini tasnya Mbak (sambil menyerahkan bungkusan ke Silfi)

Silfi: Makasih Nem.

Ibu Shofi: Eh, anakmu tadi kemana Ra?

Silfi: Iya, kemana Dilla tadi?

Nora: Itu di depan sama Meila.

Tidak tahu lah, mereka kok cocok ya? Padahal kan tante sama ponakan.

Dilla…… (berteriak memanggil)

Dilla: (berteriak dari luar) Sebentar bunda, ini masih asyik ni sama tante.

Ibu Shofi: Sudah biarkan saja. Meila memang seperti itu kok Ra. Jiwanya masih jiwa anak-anak.

Silfi: Gimana sih, mbak? kan biasa. Aku juga sering bercanda sama Dilla, dia memang anak yang lucu dan menyenangkan. Aku juga suka sama anakmu itu Mbak.

Minem: Ndoro makanannya sudah siap. Monggo didahar…

Silfi: Ayo bu kita makan…

Ibu Shofi Sebentar Fi, ibu mau menunggu kakakmu Sandra dulu…

Nora: tak usah ditunggu bu… Mbak Sandra sudah bilang tidak bisa datang.

Ibu Shofi: Baiklah…

Silfi: Oh, benarkah Mbak Sandra tidak akan datang?

Nora: Katanya si begitu.

Ibu Shofi, Nora, Silfi, Minem: (menuju ruang makan, disana tersaji berbagai makanan yang telah disiapkan untuk merayakan hari ibu malam itu)

Babak 2

(Di ruang makan, duduk menghadap meja makan, Nora, Ibu Shofi, dan Silfi. Minem merapikan meja dan menyiapkan sajian makanan)

Nora: Nem nem… tolong panggilkan Dilla dan Meila, bilang makanan sudah siap.

Minem: Ya mbak

Nora, Ibu Shofi, Silfi: (terdiam sambil merapikan duduknya)

(Berselang beberapa detik, didepan rumah, tampak minem berbicara ke Dilla dan Meilla yang sejak tadi terlihat asyik ngobrol)

Dilla: Budhe Sandra!!!…… (berteriak didepan rumah sambil berlari menghampiri dan memeluk budhe Sandra)

Meila, Dhilla dan Sandra: (masuk ruang makan bersama Minem dibelakangnya)

Sandra: Malam bu…

Ibu Shofi: (diam sejenak dengan pandangan menyelidiki kearah Sandra)

Kemana saja kau Ndra? Pulang-pulang tanpa salam, lihat adik-adikmu sedari tadi sudah ada disini menemani ibu.

Nora: Dilla sini nak… (Memanggil Dilla sambil menyuruhnya duduk disebelah)

Dilla: Baju budhe bagus ya ma… (dengan suara pelan)

Nora: iya sayang…

Sandra: Dilla mau? Nanti budhe belikan ya (sambil tersenyum simpul kearah Dilla)

Ibu Shofi: Sandra, jangan mengalihkan perhatian jawab, pertanyaan ibu tadi. (dengan nada tegas)

Sandra: Maaf bu…

Assalamualaikum.

Semua: Waalaikum salam.

Sandra: Tadi ada pentas di Galerinya mas Dafa. Maaf hanya aku saja yang kemari, mas Dafa masih sibuk membereskan semua barang-barang seni nya, Mas Dafa ingin sekali bertemu dengan ibu tapi keadaan yang tidak bisa kompromi (sambil menunduk)

Ibu Shofi: Kalian berdua… Ada saja alasan. Cucuku mana Ndra? (dengan nada geram)

Sandra: Iya, Fian dan Nando ikut ayahnya beres-beres galeri.

Ibu Shofi: Setiap kali kesini, cucuku tak pernah kau ajak.

Kenapa Ndra. Malu kau punya ibu seperti ini?

Nora: Ya, mungkin tidak ada waktu yang tepat bu. Jangan salahkan Mbak Sandra.

Ibu Shofi: Kalian selalu saja membela Sandra.

Meila: Ibu… sudahlah… sekarang yang terpenting mbak Sandra sudah disini, meski tanpa Mas Bagas, Mas Dafa dan Mas Hari, kita bisa berkumpul disini khan (sambil membelai tangan ibunya)

Silfi: Bu… makanannya kalau dingin tak akan enak untuk dimakan. Fian dan Nando, juga sudah bertemu ibu kan, lebaran kemarin.

Ibu Shofi: Iya, aku hanya rindu dengan cucuku yang ganteng-ganteng itu.

Hmmm baiklah… maafkan ibu kalian ini ya… baiklah kita mulai saja makan malamnya.

Semuanya: Bismillahirahmanirahim

(Mereka semua makan malam dengan suasana yang sudah mulai mencair, tak ada ketegangan lagi diantara Sandra dan Bu Shofi)

***

Babak 3

(Di ruang tengah setelah mereka selesai makan malam. Ibu duduk di kursi yang tersandar didepan meja, sedangkan Silfi, Nora, Minem, Meila dan Dilla duduk di Shofa. Sandra duduk disebelah Ibu Shofi untuk memijat kakinya yang sudah tua).

Ibu Shofi: Ibu ini sudah tua… semakin tua… sudah tak seperti dulu yang mampu merawat kalian semua, yang menyayangi kalian dengan semangat yang tak kenal lelah. Namun kini ibu sudah lemah, lihat… kaki ibu sudah rentah… harusnya kalian mau bergantian menemani ibu, bukan hanya dihari-hari besar saja kalian semua baru kumpul (sambil tertunduk pilu)

Sandra: Bu… maafkan sandra yang selama ini selalu mengecewakan ibu… tak pernah mendengar kata-kata ibu… (sambil memeluk ibu Shofi dan menangis pelan)

Ibu Shofi: Ibumu ini selalu memaafkanmu nak… Ibu selalu mendoakanmu sandra… meski kau mungkin sering lupa dengan ibumu ini (Menangis tersedu-sedu)

Sandra: Aku takkan pernah lupa dengan ibu yang melahirkanku dan merawatku selama ini

Ini hadiah buat ibu (sambil mengambil bingkisan berwarna putih dalam tasnya)

Ibu Shofi: Terima kasih sandra…

Dilla: Nek… ini hadiah untuk Nenek… dan ini hadiah untuk Bunda… (dengan tingkah lucunya)

Ibu Shofi dan Nora: oooh terima kasih sayang….

Meila: Bu aku tak bisa memberikan apa-apa… aku beri ibu ciuman saja ya … (tersenyum sambil mencium pipi ibu shofi)

Dilla: Aku juga mau tante. Untuk Ila mana?

Meila: (langsung menarik Dilla dan menciuminya)

Silfi: Terima kasih bu atas kasih sayangnya selama ini kepada kami semua, ibu tau… Ibu lah yang terbaik dalam hati kami

Ibu Shofi: (menghapus air matanya dan tersenyum)

Alhamdulillah… ya Allah… malam ini begitu indah… Ibu… tak mengharapkan apa-apa dari kalian, bukan harta atau balasan yang ibu cari dan minta dari kalian. Ibu hanya ingin sayangilah ibumu ini nak… sebelum semuanya terlambat

Ibu bangga memiliki kalian semua…

Juga memiliki Minem yang senantiasa membantu ibu dan tak pernah sakit hati bila terkena marah ibu.

Minem: Minem juga sayang sama ndoro… tapi ndoro jangan suka marah ya… nanti tambah tua… banyak senyum aza… ndoro.,… biar awet muda…

Semuanya: Hehhehehe

Dilla: Iya, nenekku masih kelihatan cantik kok. Bahkan sepertinya masih lebih cantik nenek dari bunda.

Nora: Iya, tul. Betul kamu Dilla, nenek memang terlihat cantik kalau selalu tersenyum. Jadi ibu nggak usah sedih ya. Senyum!

Ibu Shofi: Sudah. Nih sudah senyum.

Semua: (tersenyum)

Nora: Oh, ya, Mbak Sandra tadi telpon kalau tidak bisa datang?

Sandra: Ya, memang, tapi aku sempat-sempatin lah. Aku kan juga kangen sama ibu, juga pada kalian.

Silfi: Ih, mbak Sandra bisa kengen juga ya.

Hehehe.

Nora: Tuh, kan Bu. Mbak Sandra juga selalu ingat sama ibu.

Ibu Shofi: (tersenyum)

Sandra: Baiklah bu. Kami semua akan berjanji untuk menemani ibu bergantian.

Benarkan Nora.. Silfi..

Meila: Iya, Mbak Sandra. Iya bu, kami akan menjaga ibu.

Karena kami semua sayang ibu.

Dilla: Dilla juga sayang nenek. I love you grandma.

Ibu Shofi: Alhamdulillah… (tersenyum bahagia)

(Malam itu dilewatkan dengan suka cita yang mengharukan, meskipun Ibu Shofi tidak bisa berkumpul dengan semua anak-anak dan menantunya. Keempat anaknya Sandra, Nora, Silfi, Meila dan cucunya Dilla, sudah membuahkan kebahagiaan yang istimewa di Hari Ibu. Selamat Hari ibu…)

Kamis, 24 Februari 2011

siapa yg mencuri

Tokoh:

Tomy

Ratih

Mala

Anggi

Nina

Salwa

Adim

Fano

Nanda

Ijonk

Latar belakang: Rumah Kos

Alur: Maju

Di kamar kos Ratih dan Mala, di suatu senja yang mendung.

Ratih: Kau mencuri uangku!!! (dengan nada tercekat sambil menunjuk pada Mala yang duduk ruangan)
Kau tak tahu uang apa itu Mala. Itu uang kuliahku (menangis menggema memenuhi ruangan)

Mala: (terdiam mendengar tangisan Ratih yang semakin mengeras)

Anggi, Nina, Salwa, Nanda: (mendatangi kamar Ratih dan Mala dengan kebingungan)

Nanda: Ada apa ini? Apa-apaan kau ini Ratih? Kau apakan Mala? (sambil mendekati Mala)

Mala: Aku tak pernah menyentuh barangmu Tih. Mana mungkin aku mencuri.

Anggi: Berapa uang yang hilang itu Ratih?

Ratih: Bukan hilang Anggi. Tapi dia… (tangan bergetar menunjuk ke arah Mala). Tapi dia yang mencuri.

Anggi: Aku tanya berapa? (dengan nada sabar)

Ratih: Satu juta Nggi.. satu juta…

Itu semua hasil kerja kerasku selama ini untuk membayar kuliahku.

Tapi dia curi seenaknya.

Mala: (terus terisak pilu, sambil menundukkan kepala)

Nina: Ratih….

Belum tentu Mala yang mencurinya…

Siapa tahu kau lupa menempatkannya.

Salwa: Betul kata Nina itu Rat. Kita cari saja (sambil memakan keripik kentang yang ada di tangan kanan nya)

Ratih: Wa… Aku punya bukti bahwa dia!! Pencurinya.

Mala: Apa buktinya? (dengan nada gemetar)

Ratih: (berjalan dengan mantab menuju meja rias Mala dan mengambil beberapa bungkus tas belanja.

Ratih: Apa ini Mala? Apa ini? Dari mana uang yang kau gunakan untuk membeli semua ini?

Mala: Itu… (kaget dan bingung)

Ratih: Itu apa? Kau tak mau mengaku kan? (matanya melotot ke arah Mala dan bersiap-siap untuk menerjang Mala)

Nina, Salwa: (mencegah Ratih dengan cepat)

Ratih: Mana ada pencuri yang mengaku. Awas kau Mala!

Nanda: Mala, apa benar kau beli semua barang itu dengan uang Ratih?

Mala: Itu… Itu aku beli bersama Tomy dengan uangku sendiri ditambahin Tomy, kemarin setelah selesai recital.

Ratih: Kau! (sambil menuding Mala) Bukan uang saja yang kau curi, pacarku juga kau rampas. (meronta-ronta melepaskan tangan Nina dan Salwa) Lepaskan! Lepaskan! Biar kuhajar dia! Lepaskan Nin!

Nina, Salwa: (semakin kuat menahan Ratih)

Mala: (sedikit menjauh dari Ratih dan mendekat ke Nanda)

Anggi: Tega kau Mala. Untuk apa kau pergi dengan Tomy? Aduh, pantas malam setelah recital itu kau tak nampak sama sekali.

Mala: Ratih… maafkan aku.. aku hanya pergi untuk membeli keperluan recital kalian… Lihat! (Sambil mengeluarkan semua barang-barang di dalam tas belanja) Lihat ini gaun untuk kalian. Ini perlengkapan untukmu Ratih. Lihat ini! (terus tersedu-sedu) Aku tak seperti yang kalian pikirkan. Aku tak seburuk itu.

Berlanjut……….

Ratih: Kau mencuri uangku!!! (dengan nada tercekat sambil menunjuk pada Mala yang duduk ruangan)
Kau tak tahu uang apa itu Mala. Itu uang kuliahku (menangis menggema memenuhi ruangan)

Mala: (terdiam mendengar tangisan Ratih yang semakin mengeras)

Anggi, Nina, Salwa, Nanda: (mendatangi kamar Ratih dan Mala dengan kebingungan)

Nanda: Ada apa ini? Apa-apaan kau ini Ratih? Kau apakan Mala? (sambil mendekati Mala)

Mala: Aku tak pernah menyentuh barangmu Tih. Mana mungkin aku mencuri.

Anggi: Berapa uang yang hilang itu Ratih?

Ratih: Bukan hilang Anggi. Tapi dia… (tangan bergetar menunjuk ke arah Mala). Tapi dia yang mencuri.

Anggi: Aku tanya berapa? (dengan nada sabar)

Ratih: Satu juta Nggi.. satu juta…

Itu semua hasil kerja kerasku selama ini untuk membayar kuliahku.

Tapi dia curi seenaknya.

Mala: (terus terisak pilu, sambil menundukkan kepala)

Nina: Ratih….

Belum tentu Mala yang mencurinya…

Siapa tahu kau lupa menempatkannya.

Salwa: Betul kata Nina itu Rat. Kita cari saja (sambil memakan keripik kentang yang ada di tangan kanan nya)

Ratih: Wa… Aku punya bukti bahwa dia!! Pencurinya.

Mala: Apa buktinya? (dengan nada gemetar)

Ratih: (berjalan dengan mantab menuju meja rias Mala dan mengambil beberapa bungkus tas belanja.

Ratih: Apa ini Mala? Apa ini? Dari mana uang yang kau gunakan untuk membeli semua ini?

Mala: Itu… (kaget dan bingung)

Ratih: Itu apa? Kau tak mau mengaku kan? (matanya melotot ke arah Mala dan bersiap-siap untuk menerjang Mala)

Nina, Salwa: (mencegah Ratih dengan cepat)

Ratih: Mana ada pencuri yang mengaku. Awas kau Mala!

Nanda: Mala, apa benar kau beli semua barang itu dengan uang Ratih?

Mala: Itu… Itu aku beli bersama Tomy dengan uangku sendiri ditambahin Tomy, kemarin setelah selesai recital.

Ratih: Kau! (sambil menuding Mala) Bukan uang saja yang kau curi, pacarku juga kau rampas. (meronta-ronta melepaskan tangan Nina dan Salwa) Lepaskan! Lepaskan! Biar kuhajar dia! Lepaskan Nin!

Nina, Salwa: (semakin kuat menahan Ratih)

Mala: (sedikit menjauh dari Ratih dan mendekat ke Nanda)

Anggi: Tega kau Mala. Untuk apa kau pergi dengan Tomy? Aduh, pantas malam setelah recital itu kau tak nampak sama sekali.

Mala: Ratih… maafkan aku.. aku hanya pergi untuk membeli keperluan recital kalian… Lihat! (Sambil mengeluarkan semua barang-barang di dalam tas belanja) Lihat ini gaun untuk kalian. Ini perlengkapan untukmu Ratih. Lihat ini! (terus tersedu-sedu) Aku tak seperti yang kalian pikirkan. Aku tak seburuk itu.

…… Bersambung…..

Sabtu, 19 Februari 2011

change the world(ost inuyasha)

I WANT TO CHANGE THE WORLD
kaze o kakenukete nani mo osorezu ni
ima yûki to egao o kakera daite

CHANGE MY MIND
jônetsu tayasazu ni takanaru mirai e
te o nobaseba kagayakeru hazu sa

IT'S WONDERLAND

[instrumental]

hai-iro no sora no kanata nanika oite kita
kimi wa mayoi nagara sagashi tsuzukeru
kimi no kokoro furuete'ta asu no mienai yo
nani mo shinjirarezu mimi o fusagu

kimi ni deaeta toki hontô no ibasho mitsuketa
nanigenai yasashisa ga koko ni atte
bokura mezameru

I WANT TO CHANGE THE WORLD
nido to mayowanai kimi to iru mirai
katachi doreba doko made mo toberu sa

CHANGE MY MIND
jônetsu tayasazu ni shiranai ashita e
tsubasa hiroge hanabatakeru hazu sa

IT'S WONDERLAND

[instrumental]

bokura wa onaji sekai o oyogi tsuzukete'ru
tagai no negai e todoku hi made

minna onaji fuan kakaete sasaeaeru yo
tachidomaru shunkan ni mitsumete'ru
kono basho ni iru

I WANT TO CHANGE THE WORLD
kono te hanasazu ni mimamoru hitomi o
uketometara nandatte dekiru hazu

CHANGE MY MIND
hitori ni sasenai minna koko ni iru
donna koto mo tsukinukete ikô

IT'S WONDERLAND

[instrumental]

I WANT TO CHANGE THE WORLD
kaze o kakenukete nani mo osorezu ni
ima yûki to egao o kakera daite

CHANGE MY MIND
jônetsu tayasazu ni takanaru mirai e
te o nobaseba kagayakeru hazu sa

IT'S WONDERLAND

Kamis, 17 Februari 2011

nokia 888

Nokia 888 merepresentasikan konsep selular masa depan yang di buat oleh Tamer Nakisci pemenang Nokia Benelux Design Awards. Seperti yang dilihat dari gambar diatas selular bentuknya sangat flexible yang tebalnya sekitar 0,5 cm saja. Selular ini bisa berbentuk seperti rol dan anda bisa memakai seperti perhiasan gelang. Konsep Nokia 888 ini bisa dapat menginformasi jadwal anda dan telepon masuk dengan mengganti gambar yang bisa bergerak.

Handset ini nanti akan menggunakan baterai cair dan anda bisa melakukan touch screen pada layarnya dan perintah suara. Konsep nokia 888 ini sebenarnya bagus tetapi akankah handset seperti model ini dapat di implementasikan dalam waktu dekat? Mungkin sementara ini hanya konsep tetapi dengan kemajuan teknologi hal itu mungkin saja tercapai.

Nokia 888 ditargetkan untuk konsumen-konsumen muda yang aktif dan bertempat di banyak aktivitas yang berbeda. Karena mereka sering berpergian ke banyak tempat yang berbeda-beda. Mereka pun melakukan banyak hal yang tak terbatas sepanjang hari. Sehingga apa yang menjadi desain dari Nokia 888 ini ditawarkan untuk melakukan penyesuaian kepada suatu kejadian, tempat dan fungsi.

Teknologinya
Nokia 888 menggunakan liquid battery, speech recognition, touch screen yang fleksibel, touch-sensitive body cover yang sangat peka pada sentuhan membiarkannya dapat melakukan penyesuaian kepada lingkungan. Teknologi lainnya mempunyai suatu mekanisme program yang sederhana sehingga dapat berubah bentuk dalam situasi-situasi yang berbeda.